Perkembangan perekonomian global saat ini semakin terlihat kelemahannya. Terlebih lagi terkait masalah kondisi resesi  amerika serikat yang diawali oleh adanya kasus kredit macet yang kita kenal dengan subramemortage. Kasus ini membawa dampak besar terhadap Negara-negara lain, termasuk Indonesia. Efek jangka pendek adalah melemahnya nilai tukar rupiah. Secara makro,hal ini salah satunya terkait dengan berkurangnya jumlah ekspor ke Negara tersebut. Dengan berkurangnya jumlah ekspor, diikuti dengan pasokan impor kita yang bertambah memperparah kondisi  saat ini.

            Dari fakta diatas,terlihat bahwa Negara ini masih sangat tergantung dengan Negara lain dalam perekonomian.  Sehingga dibutuhkanlah kemandirian secara perekonomian untuk membangun Negara ini. Hal ini dapat diawali dengan meningkatkan perkembangan mikro ekonomi terkait masalah pergerakan di sektor riil. Dengan bergulirnya perekonomian di sector riil maka arus perekonomian dapat tetap berjalan. Fakta saat ini adalah, orang cenderung bermain di sektor moneter terlihat dari perbandingan perkembangan antara sektor moneter dan sektor riil yang memiliki perbedaan cukup signifikan. Dimana perkembangan sektor moneter jauh diatas sektor riil. Hal ini diperparah dengan adanya spekulasi-spekulasi yang terjadi di sektor moneter.

            Sehingga terlihat adanya dikotomi sektor menjadi dual sektor  dimana sektor utama yaitu sektor riil menjadi terhambat. Sehingga arus peredaran uangpun di sektor riil menjadi terhambat. Hubungannya adalah supply uang yang ada di sektor riil berpindah pada sektor moneter dimana pelaku perekonomiannya hanya orang-orang yang memiliki kemampuan menengah keatas. Sehingga hal ini dapat mematikan para pelaku ekonomi dari kalangan menengah ke bawah.

            Dikotomi sektor tersebut terbentuk akibat adanya sistem yang sudah melekat kuat pada berbagai Negara di dunia. Sistem yang dimaksud adalah sistem riba. Sistem ini juga merupakan salah satu cara yang digunakan negara kita untuk menangani inflasi. Padahal jika diperhatikan dengan seksama, Dalam jangka pendek, peran bunga yang ada seperti penaikan suku bunga justru akan menarik uang dari peredaran (supply uang berkurang)  karena orang cenderung menyimpan uangnya pada lembaga yang menyediakan return yang besar. Dengan adanya hal ini maka aktivitas disektor riilpun menjadi berkurang. Hal ini menurunkan tingkat aggregat supply barang.Dalam jangka penjang, dengan berkurangnya supply barang maka menyebabkan kondisi pasar menjadi kurang stabil. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya demand akan barang yang berlebihan. Sehingga hal ini justru menyebabkan inflasi. Selain itu, investasipun juga akan berkurang karena terkait dengan alasan pertama yaitu orang cenderung menyimpan uangnya untuk mendapatkan return yang besar dibandingkan dengan berinvestasi. Hal ini menjelaskan ketika ada suku bunga yang besar dipasar maka aliran investasi yang memiliki persentase dibawah nilai suku bunga akan mati.

            Peran pemerintah disini sangat besar terutama dalam penentuan masalah kebijakan dan sistem regulasi. Sehingga pemerintah diharapkan secara perlahan meninggalkan sistem bunga yang memiliki dampak negatif.Islampun telah mengajari hal ini. Dan kita juga dapat melihat hebatnya sistem perekonomian Islam dimana Sistem ini telah ada beberapa abad yang lalu, tetapi jika diterapkan pada kondisi saat ini dapat memperbaiki kondisi perekonomian Negara ini. Sistem perekonomian Islam ini bukan hanya membawa kebaikan kepada para pemeluk agama Islam saja, tetapi juga agama diluar Islam.

P

Q

TR (Total Revenue)

TC (Total Cost)

FC  (Fixed Cost)

BEP

BEP1

TC 1 (Total Cost)

FC1  (Fixed Cost)

            Strategi lain yang dapat dilakukan adalah memperbaiki sistem regulasi yang dapat membantu mengembangkan perekonomian syariah di nagara ini. Misalnya saja, memperbanyak office chanelling pada dunia perbankan Indonesia sehingga fasilitas untuk menabung secara prinsip syariah menjadi lebih banyak. Atau bias juga mendirikan UUS (Unit Usaha Syariah). Prinsip syariah menjamin bebasnya sistem riba dalam kegiatan perekonomiannya selaku peran bank itu sendiri sebagai ­pooling of fund. Dan system yang digunakannyapun adalah sistem bagi hasil dimana sistem ini menjaga kesejahteraan antar pihak yang melakukan transasaksi. Hal ini terlihat ketika pihak peminjam mengalami kerugian dalam menjalankan usahanya maka resiko yang diterima akan ditanggung secara bersama (sharing of risk). Berbeda dengan sistem kapitalisme yang ada dimana ketika peminjam mengalami kerugian dan tidak mampu mengembalikan modal pada waktu jatuh tempo maka beban biaya yang dibebankan kepada peminjam akan senantiasa bertambah seiring dengan berjalannya waktu.  Hal ini terlihat dari kurva di bawah ini:

 

 

                         

 

 

 

Ketika sistem bunga diterapkan terjadi  kenaikan total cost dan fixed cost

 

 

            Upaya yang tidak kalah pentingnya lagi adalah menjaga aliran uang di masyarakat sehingga orang yang tergolong ekonomi lemah dapat ikut terbantu untuk mengakses kebutuhan hidupnya. Strategi yang dipat dilakukan adalah mengatur penerapan pajak yang ada dimasyarakat. Dengan penerapan pajak yang sesuai  maka hal ini dapat mengatur tingkat supply barang yang beredar di masyarakat. Misalnya dengan menaikan pajak maka supply barang akan tertekan namun dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan government spending seperti kebijakan investasi. Harapannya adalah demand akan barang menjadi bertambah. Hal ini terkait dengan para pelaku produksi.  Selain itu, pemerintah juga mesti memperbaiki sistem penerapan zakat dan pengawasan terhadap sistem zakat perlu lebih dioptimalkan lagi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara, pemerintah memperbanyak badan pengawasan zakat.

            Diharapkan dengan penerapan instrument zakat yang optimal fungsi dari pajak itu sendiri sebagai funding to distribute dan effort to flowing dapat terjaga. Funding to distribute berfungsi untuk menyalurkan dana dari pihak yang mampu kepada pihak yang kurang mampu. Kegiatan ini memiliki fungsi sosial. Dengan adanya fungsi ini maka, demand di masyarakat akan bertambah karena kemampuan masyarakat pada golongan menengah ke bawah meningkat. Dengan bertambahnya demand maka akan merangsang produsen untuk memproduksi barang lebih banyak. Sedangkan effort to flowing berfungsi sebagai kontrol. Fungsi ini juga dapat berfungsi untuk mengendalikan laju inflasi. Misalnya ketika tingkat inflasi bertambah kemudian pemerintah menaikan zakat maka untuk menjaga agar masyarakat tidak terkena zakat begitu saja maka mereka akan segera menginvestasikan uang mereka pada usaha-usaha yang produktif. Sehingga hal ini meningkatkan tingkat investasi di sektor riil yang mengakibatkan aggregat supply barangpun bertambah. Dampaknya adalah menurunkan harga barang akibat dari inflasi. Selain itu fungsi lain dari penerapan zakat yang optimal adalah mempersempit gap antara masyarakat golongan menengah keatas dengan golongan menengah kebawah.

            Pemerintah juga perlu mempermudah birokrasi yang ada di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menarik investor asing agar menanamkan modalnya di Indonesia. Fakta yang membuat bahwa investor akan tertarik menanamkan modalnya di Indonesia adalah kondusifnya iklim bisnis di Indonesia. Hal ini ditunjang dengan peranan pasar di Indonesia yang berkembang pesat. Dengan berkembanganya pasar di Indonesia maka akan membuat pasar tersebut menjadi pasar persaingan sempurna atau biasa disebut dengan perfect market competitive. Dampak dari adanya penanaman modal oleh investor adalah bertambahnya cadangan devisa Negara.     

            Dengan pemerintah melakukan upaya-upaya tersebut diharapkan keseimbangan ekonomi dalam negeri dapat terjaga. Terutama keseimbangan pada sektor riil yang diharapkan menjadi sektor utama dalam perekonomian dengan memanfaatkan sektor moneter sebagai sarana pendukungnya.