Jalur Gaza bagaikan kota mati. Setelah beberapa hari dihajar serangan Israel, kota itu kini nyaris sunyi. Dilaporkan, pada hari Rabu (31/12/2008) hanya ada dua serangan udara Israel ke wilayah ini. Meski demikian, belum diketahui korban akibat seangan tersebut.

Kabinet Israel sendiri hari ini masih berdebat mengenai proposal Perancis untuk mengadakan gencatan senjata selama 48 jam untuk memberi jalan bagi bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

Menurut harian Israel Haaretz sebagaimana yang dilansir Reuters, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menginginkan agar serangan darat dilakukan sementara Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa gencatan senjata selama 48 jam tersebut dapat mengetes kesungguhan Hamas untuk mematuhi gencatan senjata jangka panjang.

Israel sendiri, sejak Sabtu (27/12) tak henti-hentinya menyerang Jalur Gaza, Palestina, yang dikuasai Hamas. Sejauh ini, lebih dari 300 warga Palestina tewas akibat serangan tersebut. Sebagian besar di antaranya adalah warga sipil.

Hari ini serangan udara Israel menyasar dua target. Yang pertama adalah terowongan yang kerap digunakan untuk penyelundupan ke Mesir. Target kedua serangan udara Israel adalah sebuah kantor pemerintahan Hamas.

(alf/nrl) detik.com

melihat kondisi diatas cukup disayangkan ketika kita terlalu terlena dengan suasana tahun baru yang sekarang ada. Betapa tidak disayangkan, tahun baru ini dipenuhi dengan jeritan bahkan tangisan saudara-saudara kita yang berada di medan konflik. Alangkah baiknya ketika kita berusaha membantu mereka sebisa kita. Minimal dengan doa yang bisa kita lantunkan. Atau dengan bantuan donasi yang dapat kita berikan.

bantuan donasi dapat dilakukan dengan
1. sms ketik MERC PEDULI ke nomor 7505, Rp 5000/sms,
2. melalui BSM rek 009.0121.773, BMI rek 301.00521.15, BCA rek 686.0153678; a.n MER-C,, MER-C akan ke jalur gaza melalui mesir dan donasi yang didapat akan dipake buat beli obat2an di mesir.. Info lebih lanjut: http://www.mer-c.org

Mungkin inilah yang dapat kita lakukan. Setidaknya dengan adanya rasa simpati yang muncul hal ini sudah cukup baik karena menandakan bahwa masih adanya rasa kemanusiaan dalam hati kita. “Sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara dan ibarat satu tubuh”. Marilah tahun baru ini setidaknya kita isi dengan bermuhasabah. Jangan sampai hati ini menjadi keras terhadap isu2 yang menimpa saudara2 kita.