ringkasan dari The Outliers yang dapat simpulkan:

1. Orang Sukses itu tidak sendirian, melainkan dari pengaruh dari orang-orang disekitarnya!
Apakah Muhammad sukses sendirian? Tidak! Dia sukses tidak sendirian, melainkan orang-orang sekitarnya men-supportnya. Anda pasti tahu siapa saja yang mensupportnya seperti istri Nabi, Pamanya dan sahabat-sahabatnya yang selalu menemaninya hingga menjadi orang yang sukses. Bahkan, sahabatnya pun menjabat menjadi orang-orang sukses juga hingga akhir hayat. Saya teringat dengan salah satu hadist nabi (saya lupa lagi), yang intinya sifat kita tergantung dengan teman-teman sekitarnya. Misalnya: Kalau kita bergaul dengan pelacur, secara tidak langsung kita akan mempunyai sifat seperti mereka, dan seterusnya.

2. Warisan kebudayaan,
Ini yang menurut saya agak susah. Masing-masing bangsa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Jepang dengan budaya disiplin yang tinggi, Amerika dengan budaya kebebasaan dan demokrasi dan sebagaiannya. Khusus Indonesia, ini agak sedikit susah. Orang-orang Indonesia itu sifatnya agak malas-malasan, suka banyak libur, susah diatur dan kebanyakan hura-huranya. Eitts bukan berarti hal ini tidak bisa diubah. Hal ini bisa diubah kok kalau kitanya sendiri ada kemauan untuk maju.

3. Kesempatan
Uang bisa kita dapatkan di mana aja, tapi kesempatan hanya sekali saja dalam seumur hidup Ucap Kakek Charlie saat menasehati Charlie yang mendapatkan Golden Ticket dalam Charlie and Chocolate Factory. Ya, itu di dalam film. Kalau dalam dunia nyata yang paling tepat adalah momen The Beatles saat bernyanyi di Festival Berlin. Saat semua penyanyi enggan menyanyi selama seminggu, The Beatles menerima tantangan tersebut. Hasilnya, festival di Berlin menjadi pijakan awal The Beatles dalam menuai kesuksesan berikutnya hingga menjadi legenda saat ini.

4. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga adalah hal yang paling dasar dari pembentuk segala sifat manusia hingga menjadi sekarang. Ingat Kasus Christopher Lang yang dikenal sebagai manusia paling jenius se-Amerika? Mengapa dia tidak sukses? Padahal IQnya 190 melebihi Einsten dan IQ yang biasa-biasa saja seperti Gates malah sukses? Kalau kita perhatika kedua orang ini, ternyata mereka berasal dari keluarga yang berbeda. Gates adalah anak orang kaya dan Lang adalah anak orang miskin. Gates mendapat akses yang sangat baik dalam segala hal hingga dia sukses sekarang. Berbeda dengan Lang yang keluarganya berantakan dan bapaknya selalu mabuk-mabukan. Andaikata Lang mendapat pendidikan yang layak, suksesnya dia pasti akan melebihi Einstein.

5. 10.000 jam!
Penelitian Psikologi Amerika menemukan bahwa orang-orang seperti The Beatles dan Gates telah melakukan 10.000 jam untuk hal-hal yang berguna. 10.000 jam itu sukses secara mendunia, Bagaimana dengan Muhammad dan sebagaiannya? Anda pasti bisa menebaknya.

6. Situasi dunia
Mengapa orang amerika yang hidup di tahun 50an lebih sukses dibanding dengan tahun 30an? Jawabannya adalah situasi ekonomi. Kalau anda belajar sejarah anda pasti tahu kalau tahun 30an, dunia diguncang Malaise. Orang-orang tahun 30an sungguh menderita hidupnya dan mereka adalah pekerja keras. Pada saat mereka melahirkan keturunan, justru merekalah yang sukses dibanding dengan orang tuanya. Mengapa? Kalau kita belajar sejarah, kita akan mengetahui kalau tahun 50an adalah masa-masa Booming ekonomi Amerika. Semua bidang membutuhkan tenaga baru. Para keturunan inilah yang akhirnya menjadi sukses.

7. Kemauan untuk berubah
Air Korean pada awalnya merupakan maskapai paling buruk dan hampir mengalami kecelakan selama 6 kali berturut. Apakah penyebabnya? Karena pilot mereka tidak bisa berbahasa inggris! Itu merupakan hal paling konyol yang pernah saya dengar dan mereka sering mengalami miss-comunication dengan petugas bandara. Akhirnya, sebuah perusahaan membeli perusahaan tersebut dan mensyaratkan semua pilot untuk bahasa inggris. Manajemen menyetujuinya dan akhirnya Air Korean menjadi salah satu maskapai yang baik saat ini.

-outliers,Malcom Gladwell-