Persaingan bisnis saat ini sangat kompetitif, terlebih lagi dengan diberlakukannya Kawasan Perdagangan Bebas. Pada kondisi seperti ini produk asing dapat dengan mudahnya bersaing dengan produk lokal. Hal ini dikarenakan terdapatnya keunggulan dari nilai-nilai produk yang melekat pada produk asing tersebut. Nilai-nilai suatu produk terlihat dari faktor Quality, Cost, dan Delivery. Dimana produk yang memiliki keunggulan pada ketiga aspek tersebut akan memiliki daya serap konsumen yang sangat besar.

Secara umum, jika melihat produk lokal saat ini, maka dapat dilihat bahwa daya saing produk lokal masih cukup rendah (untuk beberapa sektor). Misalnya saja dari faktor harga yang masih kalah jika dibandingkan dengan produk-produk china, atau dari faktor kualitas yang masih kalah jika dibandingkan dengan produk jepang.

Menyikapi hal tersebut perlu adanya upaya untuk membangun daya saing produk. Dimana peningkatan daya saing ini dapat dilakukan dengan pembenahan sistem dalam pengembangan serta proses produksi dari produk yang bersangkutan.Dan pembenahan sistem inipun harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi meliputi aspek-aspek eksternal perusahaan dan internal perusahaan. Implementasi dari hal ini dapat terlihat dengan adanya pembentukan wilayah industri terpadu. Kawasan industri terpadu ini dapat digambarkan dengan pembentukan kelompok-kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri dan bekerjasama dalam perdagangan intra industri. Dalam hal ini, setiap wilayah tertentu memiliki fokus usaha tertentu yang disesuaikan dengan potensi sumber daya yang ada di wilayahnya sehingga produk lokal yang dihasilkan memiliki tingkat pengerjaan yang cukup cepat serta kualitas yang cukup baik dengan catatan adanya pembinaan yang intens oleh instansi setempat. Pemusatan wilayah produksi ini memudahkan perusahaan-perusahaan yang memiliki susunan struktur produk yang cukup kompleks karena perusahaan tersebut hanya perlu fokus dalam proses produksi pada core business-nya saja. Sedangkan untuk komponen pendukungnya dapat berasal dari kelompok-kelompok industri tersebut. Sehingga dari hal ini perlu adanya pengelolaan rantai pasok (supply chain) yang baik.

Keuntungan dari sistem tersebut adalah kemampuan perusahaan untuk menjual produk dengan harga murah. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut dapat menekan biaya produksi dengan cara metode outsourcing untuk komponen-komponen pendukung sehingga perusahaan yang bersangkutan tidak perlu melakukan kegiatan produksi untuk komponen pendukug tersebut. Selain itu, dengan cara ini, kualitas yang dihasilkan dapat menjadi lebih baik dikarenakan perusahaan tersebut dapat fokus dalam komponen inti penyusun produk serta pada pengendalian kualitas produk secara keseluruhan. Disisi lain, proses pengerjaan produkpun menjadi lebih cepat. Sehingga diharapkan nilai yang meliputi Quality, Cost, Delivery dapat meningkat.

Untuk meningkatkan daya saing produk, selain mengelola dan mengembangkan sistem produk secara langsung, pemerintah juga perlu mengambil peranan dalam membuat regulasi yang terkait dengan penetrasi pasar, mulai dari perizinan hingga pajak untuk barang-barang tertentu. Hal ini perlu juga didukung oleh para pemimpin di pemerintahan untuk membuat arah pengembangan kebijakan industri sehingga hal ini memberikan akselerasi yang tinggi terhadap produktiitas serta kinerja dari perusahaan yang bersangkutan.