Berbicara tentang ekonomi makro maka berbicara pula tentang perilaku konsumen. Dalam hal ini, perilaku konsumen akan mempengaruhi dampak harga dalam perekonomian. Terkait dengan perilaku konsumen, cukup banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu instrumentasi syariah yang berpengaruh adalah zakat. Karakteristik zakat secara umum dapat kita lihat bahwa zakat berfungsi untuk mengalirkan sebagian dana dari orang mampu kepada yang kurang mampu. Jika kita lihat kondisi sekarang, sebenarnya absensi mekanisme zakat memiliki pengaruh terhadap keseimbangan ekonomi.

Jika dilihat secara sekilas, orang lain mungkin melihat bahwa zakat memiliki tingkat korelasi yang negatif terhadap angka konsumsi. Pandangan ini muncul diakibatkan permasalahan zakat hanya berfokus pada golongan yang mengeluarkan zakat, sehingga dana yang seharusnya bisa digunakan untuk membeli barang konsumsi menjadi berkurang. Namun sebenarnya, jika dilihat dari sisi penerima zakat, maka akan menimbulkan korelasi yang cukup positif terhadap konsumsi. Jika dilihat dari kedua hal tersebut, sebenarnya yang cukup mempengaruhi model konsumsi makro. Hal ini terlihat dari model berikut:

C =Co + bY;
dimana,C=total konsumsi, Co=konsumsi pokok, b=Marginal Propensity to Consume, Y=income

Dari model tersebut, dapat dilihat bahwa peningkatan agregat konsumsi dasar (Co) akan meningkatkan total konsumsi. Jika dikaitkan dengan adanya zakat maka ketika adanya dana yang beredar ke tangan yang memiliki kemampuan ekonomi kurang maka peningkatan agregat konsumsi pokok akan lebih besar jika dibandingkan tidak adanya instrument zakat (uang hanya beredar pada orang yang mampu). Hal ini terkait pula dengan sikap dari orang yang mampu tersebut cenderung melakukan konsumsi untuk barang-barang sekunder atau mewah. Sedangkan orang yang memiliki kemampuan ekonomi kurang cenderung membelanjakan untuk kebutuhan pokok.

Disisi lain, jika dilihat dari karakteristik elastisitas barang, maka elastisitas barang-barang sekunder atau mewah lebih inelastic jika dibandingkan dengan barang kebutuhan pokok. Dimana dalam hal ini, penambahan permintaan barang sekunder/mewah tidak cukup responsive terhadap perubahan harga, sementara penambahan barang kebutuhan pokok begitu responsif terhadap perubahan harga namun perubahan harga tidak mempengaruhi akan permintaan barang kebutuhan pokok karena seberapapun perubahan harga pada barang kebutuhan pokok akan tetap dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi dalam hal ini, potensi konsumsi lebih terlihat jika adanya instrumentasi zakat yang membuat adanya sebagian dana yang beredar kepada orang yang memiliki kemampuan ekonomi lemah.

Secara kseluruhan, peningkatan konsumsi ini akan mendorong agregat peningkatan kinerja perekonomian yang dapat mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

//sedikit berbagi ilmu yang didapet waktu ikut Studi Intensif Ekonomi Syariah nya ISEG UNPAD 2 tahun yang lalu,tolong masukannya kalo ada yang salah ataupun kurang lengkap