Saat kutatap langit malam
kulihat betapa indahnya bulan
Dengan pancarannya yang menampakan keindahan
meski tak kulihat gemerlap bintang
Namun sudah cukup sebagai peneman dalam gelapnya malam

Dalam diam…
kucoba lukiskan keindahan dalam khayal
Meski tak kumengerti arti purnamamu
Namun engkau tetap memancarkan keindahanmu
Melalui cahaya yang disampaikan oleh sang mentari di belahan sana
Yang seakan membuatmu tegar untuk tetap bercahaya

Kiranya dapat kumengerti arti purnamamu
Yang senantiasa menyimbah malam
Kan kucoba maknai setiap cahaya yang kau pantulkan
Yang membuatku terpana akan pesonamu

Dan seakan engkau memberiku seribu tanya
Akan waktu yang kulalui saat menatapmu malam ini
Dan seakan kau hanya diam tak memberi jawab
Membuatku berpikir untuk menyelami makna dari indahmu

Bahkan angin malampun tak memberi jawab
Dedaunanpun hanya menari dalam melodi malam
Seakan meninggalkan ku sendiri tuk menjawab

Namun…
satu hal yang kuyakin
keindahan purnamamu kan selalu bermakna
Kehadiranmu kan menjadi teman dalam gelapnya malam
Hingga kau meninggalkan malam secara perlahan

Kuharap…
purnamamu kan tetap terang
meski kutak tahu kehadiranmu
karena dimanapun dan kapanpun engkau berada…
engkau tetap dapat tersenyum
untuk dapat memancarkan keindahanmu…

Saat kutatap purnama dengan segala keindahannya,
-Budianto.A.N-, 1 mei 2010