Category: Minds


Give something back means that we give something after we take something from somewhere. It seems just only simple words but actually it has bigger impact than we have thought. Sometimes, people don’t really understand about this because normally, many people think what they got because their effort and didn’t think about giving something deeply. It means that when we give more to others, our opportunities will be decreased. The effect is we only have a few capital to get more opportunities in the near future.

In the context of business, Giving something back has different effect from what we thought. Also we know this thing with the social venture network or Corporate Social Responsibility. We know that when we give something to others means that we have opportunity lost. But actually, it has great impact in the future. This method can develop the sustainability for places where we got the opportunity. Many companies has used this method to driven their business.

Being socially minded does give the company an edge, we can get the other message across there’s also benefit to the local community. Perhaps giving away all our profits isn’t what we had in mind. After all, the idea doesn’t appeal to large numbers of people in business. Eventhough, it’s enough to add value through the product or services that we provide and to operate in ways that consistent with company’s values. But thinking that, giving something back may not be the main of strategy to the business models. It’s just one of many ways to integrate company’s values into their business. So.. the other things that we will get are only extra.

Advertisements

Ein Stern…

Engkau indah…
Engkau menawan…
Diantara ribuan pendar bintang
Yang terserak di luasnya langit malam
Menambah indahnya malam
Bersama naungan cahaya purnama…

Membuatku terdiam…
Tuk menyelami pendar cahayamu
yang seakan berbeda dari ribuan bintang di galaksi…

Namun…
Disini….
Di tempat ini….
Kulihat dirimu yang terus berlalu
Seakan meninggalkanku bersama malam yang perlahan pergi

Kusadari…
Tak selamanya engkau ada
Karena malam kan terus berlalu
dan berganti dengan fajar…

Begitupun diriku…
Tak selamanya disini
Tuk melihatmu pergi
Menghilang bersama malam…

Karena hari esok kan datang
dan kan kutunggu suatu malam
Saat dapat kunikmati pendar indah cahayamu
Yang mungkin sama atau berbeda…

Karena engkau…
Satu bintang bercahaya di langit malam…

 

engkau indah…

engkau menawan…

Diantara ribuan pendar bintang

Yang terserak di luasnya langit malam

Menambah indahnya malam

Bersama naungan cahaya purnama…

 

Membuatku terdiam…

tuk menyelami pendar cahayamu

yang seakan berbeda dari ribuan bintang di galaksi…

 

Namun…

Disini….

Di tempat ini….

Kulihat dirimu yang terus berlalu

Seakan meninggalkanku bersama malam yang perlahan pergi

 

Kusadari…

tak selamanya engkau ada

Karena malam kan terus berlalu

dan berganti dengan fajar…

 

Begitupun diriku…

tak selamanya disini

Tuk melihatmu pergi menghilang bersama malam

Karena hari esok kan datang

dan kan kutunggu suatu malam

saat dapat kunikmati pendar indah cahayamu

Yang mungkin sama atau berbeda

Karena engkau…

Satu bintang bercahaya di langit malam…

Sebentuk Rasa…

Angin bertiup mengguncangkan dedaunan
Merobek lembaran-lembaran seakan menyingkapkan kenyataan…
Bahwa hati ini dilanda perasaan yang tak biasa
Ingin kucoba menahan rasa ini layaknya batuan karang yang menahan deru ombak…

Tapi….tetap saja gelembung rasa ini bertambah
Terkadang membuatku berkeringat di tengah malam…
Teringat akan sesosok hawa…
Yang entah apakah ia bidadariku
Yang membuatku membangun sebuah imagi akan hatinya
Yang mungkin sebening embun pagi…
Atau selembut salju….
Membuatku untuk memastikan akan sesuatu…

Benarkah bahwa kau adalah sosok itu….
Sesosok yang kucari selama ini…
Maka izinkan aku menjemputmu pada saatnya…
Dan biarlah aku menunggu
Sampai pudarnya segala keraguanmu…

 

Teruntuk engkau yang senantiasa kurindukan….

Meski kutak tahu dirimu saat ini,

Namun… satu yang ku tahu….

Engkau Ada….

Di malam itu…kulihat engkau yang tengah bersedih.
Seakan membuatku bertanya dalam hati akan suatu senyum,
Senyum yang terpancar dari dalam hati yang melukiskan suatu keindahan.

Ingin ku mengerti lebih dalam untuk mengetahui akan apa yang membuatmu bersedih.
Ingin rasanya dapat kurasakan kegundahan hatimu meski hanya sedikit.
Dan betapa ingin ku berada disampingmu meski hanya untuk sekedar bertanya akan kondisi dirimu saat itu.

Namun saat ini… ku masih disini dan menatapmu disana, Bukan karena keinginanku…
tapi Percayalah…Disini, ditempat ini, akupun berusaha mempersiapkan yang terbaik untuk dapat menggapaimu. Hingga aku dapat menjadi yang terbaik untukmu saat itu. Dan kuharap… saat itu… engkau dapat membukakan pintu hatimu untukku.

Dan saat dapat menggapaimu… ingin rasanya dapat kuobati semua kesedihanmu selama ini hingga membuatmu selalu dapat senantiasa tersenyum dan membahagiakanmu dengan segenap apa yang kumiliki.

Kuharap…saat ini…engkau dapat bersabar menungguku, hingga ku datang dengan segenap rasa padamu. Dan tetaplah tersenyum saat ini karena kutak ingin melihatmu bersedih…

-Di suatu malam, dalam suatu mimpi-
-B.A.N-

Disini…

Ditempat ini…

Kucoba lukis bayangmu

Dalam balutan keindahan laut biru yang membentang luas

Hingga jingga terlihat di pelosok barat

Sebagai tanda waktu kan berganti…

 

Namun kuterdiam disini

Sekedar untuk mengetahui jejakmu

Yang samar di penghujung lautan

Dan terkadang menghilang…

 

Ingin kucoba memanggilmu

Dan Kuikuti jejakmu

meski terkadang…

Pasir yang kau pijak pergi

yang membuatku ragu akan langkahku

 

Namun…

Ku kan terus melangkah

Meski tak ada yang menjawabku di ujung sana

Karena kan selalu ada ombak yang berderu

Dan kejernihan laut yang memberi ketenangan akan sebuah kerinduan

 

Kuharap…

Akan ada penerang dalam langkahku

Tuk menemukanmu di penghujung sana

Dan akan selalu ada langkah untuk dirimu…

Karena satu yang kuyakin…

Engkau ada… 

 

Saat menunggu senja…

22 Agustus 2010, Hill of Phiphi Island

Di penghujung malam
Kuterdiam dalam suatu ruang
Menanti berhentinya rintik hujan
Yang kian menderas…

Disini…
Dalam sepi…
Kulayangkan anganku
Yang telah lama terpendam
Dengan harap…
Kudapati sejuta makna
akan suatu mimpi…

Dalam suatu refleksi…
Kumengerti akan suatu arti
Tentang makna dari suatu harapan
Dalam menggapai mimpi

Layaknya makhluk dalam malam
Yang ditemani dengan bulan dan bintang
Meski kelam…
Cahaya kan menjadi petunjuk dalam gelap
Sehingga ia dapati arah
Untuk terus mencari
Akan suatu tempat berhenti…

Dalam pemberhentian ini…
Kujalin suatu asa
Bahwa semua kan berarti
Sebagai awal suatu langkah
Hingga mimpi…
Tidak hanya menjadi angan
Yang terjadi dalam suatu masa
Tapi menjadi realita
Yang kelak kan terjadi…

-B.A,N-
-Bangkok, Skytrain, Saat menanti berhentinya hujan deras dalam suatu malam-

Saat kutatap langit malam
kulihat betapa indahnya bulan
Dengan pancarannya yang menampakan keindahan
meski tak kulihat gemerlap bintang
Namun sudah cukup sebagai peneman dalam gelapnya malam

Dalam diam…
kucoba lukiskan keindahan dalam khayal
Meski tak kumengerti arti purnamamu
Namun engkau tetap memancarkan keindahanmu
Melalui cahaya yang disampaikan oleh sang mentari di belahan sana
Yang seakan membuatmu tegar untuk tetap bercahaya

Kiranya dapat kumengerti arti purnamamu
Yang senantiasa menyimbah malam
Kan kucoba maknai setiap cahaya yang kau pantulkan
Yang membuatku terpana akan pesonamu

Dan seakan engkau memberiku seribu tanya
Akan waktu yang kulalui saat menatapmu malam ini
Dan seakan kau hanya diam tak memberi jawab
Membuatku berpikir untuk menyelami makna dari indahmu

Bahkan angin malampun tak memberi jawab
Dedaunanpun hanya menari dalam melodi malam
Seakan meninggalkan ku sendiri tuk menjawab

Namun…
satu hal yang kuyakin
keindahan purnamamu kan selalu bermakna
Kehadiranmu kan menjadi teman dalam gelapnya malam
Hingga kau meninggalkan malam secara perlahan

Kuharap…
purnamamu kan tetap terang
meski kutak tahu kehadiranmu
karena dimanapun dan kapanpun engkau berada…
engkau tetap dapat tersenyum
untuk dapat memancarkan keindahanmu…

Saat kutatap purnama dengan segala keindahannya,
-Budianto.A.N-, 1 mei 2010

It’s like a box of Chocolates…

“Life Is like a Box of Chocolates… You Never Know What You’re Gonna Get!” –Forrest Gump-

The words above are one of quotes that I like, Simple but very meaningful. It reminds me about one of experiences before getting opportunity to go to Europe. I learnt it from my friends who support me to never give up until trying the best that I can do although it seems no more possible at a glance.

Yes…, box of chocolates, the box that wrapped in a beautiful and attractive look. everyone thinks that it’s really delicious in a taste because everyone likes chocolates. It’s rarely to find a person who doesn’t want chocolates that wrapped in an attractive look. But we don’t really know the real chocolates are. We need to open the box to make sure that the chocolates itself is really delicious. You need to see the chocolates directly to know how it looks like. But..it’s still not enough to judge the chocolate is. It can be truly delicious or not. You need to prove it with trying the chocolate one by one then you will know how the taste is. don’t be fooled by outward appearances. It’s not always that the chocolate which has a good appearance, has a good taste and it’s not always that the chocolate which has a bad appearance, has a bad taste. It can be happened that the chocolate has a bad appearance but has a good taste- “never judge a book by its cover :p-. After that you can really know how the good of chocolate is.

It’s like what I’ve done to reach one of my dreams (go to Europe before taking my graduation day). First of all, when I saw a publication of call for paper related to energy in Germany, I was glad because It will be my chance to get there (I thought) even I only little know about the topic itself. Actually, in my condition, I must ask to other who have good knowledge about this topic and ‘blend’ it with my knowledge. unexpected, my paper was approve at last (here, I’ve got the box of chocolates).

Then…the problems come such as permission from campus, proposals, and the big problemà funds. I only have a short time to manage all of those things because The information came lately to me. Then I must go to Thailand the day after I got the information. I thought that’s impossible for me to get there because I can’t prepare it well. I thought that “it’s enough to send my full paper and published by them even I can’t go there” (hopeless). But I have friends that support me to do the things all out. After that I did something with doubt. I thought that I can’t done it when I was still in Thailand. But my friends told me to request the ‘special’ permission even I wasn’t expecting too much. Unexpected, The commite gave me a chance to send my full paper after I came back to Indonesia.

After that, the next problem is how to collect the funds. I thought so hard how to get it. First I must come to campus and take the permission from campus but that’s not going well because the other team have taken the permission so it made me hard to get the permission itself. Without the permission I can’t find the sponsor and my request for visa won’t accepted. Here, my friends help me again to make sure that everything goes to the plan (here, I didn’t really know how effective our effort and I didn’t know what will happened, I just tried it).

One thing that almost made me give up is funds. I need a lot of money to go there but until 7 days before went to Europe , I still didn’t get any sponsor. It’s really sad if I must let my dream goes away after I did like that. But I thought..it’s okey, I have taken some experiences. But I still must try with my friends to get the sponsor. unexpected, I got the sponsor and the money can be disbursed one day before I went to Europe.

 

never give up until you try the best with everything you have…

Prepare all of the situation coz we don’t know what will happened…

Then never judge before you try coz you don’t know the chocolates until you open the box of chocolate and try the taste of chocolates….


Spesial thanks to my friends:

1.    Zulangga, M.Iqbal yang uda nge-support waktu kita makan2 bareng di belakang salman
2.    Dardiri yang uda nge-support gw buat ngirim paper yang gw kira paper gw bakal ditolak dan meminjamkan tempat  menginap sehari sebelum pengumpulan abstraksi paper.
3.    Trie Agustiyo, Keisha, Deisha yang uda bela-belain nemenin gw cari internet di phuket, pulau terpencil di Thailand, tengah malem pula, dan tetep nyuruh gw buat “minta-minta” izin spesial ke panitia
4.    Surani ama mita yang uda berjuang bersama mencari dana sponsor meski uda ditolak berkali-kali ama beberapa perusahaan
5.    Dhia ulhaq, Raja iqbal a.k.a ibel, Mustafa, kiky hiwigo, vany, makasih buat doanya waktu kita ngumpul-ngumpul bareng di PRJ, hehe…

Life is like somethin’

Time is like a wheel, It always step forward and leave everything           behind. There’s a time to meet the new thing and there’s a time to leave it. also like a friendship that we have created. The friendship that we started 4 years ago in our beloved campus or longer than that time. Many memories, many experiences that I have taken with all of you.

Now, I must face the new future of my life, sometimes, I feel hard to say goodbye with my past. But I must realize that life is always going forward. One thing that I can do is learning from my past, from the moments that we have created together. It’s like a book that we read. Sometimes, it’s really exciting when we read one of the chapter behind. Moreover it makes me to stand only at that chapter, not only read but also to learn many things, but every books have some chapters that I must finished. I can’t stop at one chapter because if I only read one chapter clearly, I can’t understand the whole of problem that the book’s explained. But if I continue my reading process to next chapter, I can understand the real problems. Moreover I can get the solution to solving the problems that’s explained briefly in the previous chapter.

Same as my life now, even it’s hard to take a step to other process, I must do it, meet new things, new challenges, new friends, and new experiences. After I take all of things, Hopefully, I can contribute to others someday…., with giving….giving…and giving to others and seeing the past with smile.

So..let’s enjoy the life itself…

Learn from the past to face the future….

and remember that our moments will be the precious experiences…

Berjalan seiring waktu…
Mentari senja kian tenggelam
Seiring dengan pudarnya tatapan temaram
Menandakan bahwa malam kan datang

Dan bulan pun datang
Sebagai peneman dalam gelapnya malam
Hingga ia pergi…
Berganti dengan indahnya mentari
sebagai tanda datangnya pagi

Seperti hidup,
Dimana kita membutuhkan penerang
Sebagai petunjuk…
hingga hidup,
menjadi bermakna

Namun…,
Jalan hidup merupakan sebuah pilihan
Kita dapat mencari benderang itu
Ataukah mengarungi gelapnya malam tanpa pelita

Saat kita mencari benderang itu,
Akan terasa sulit
karena ia tidak mudah kita dapatkan
Kala kita mendapatkannya
Tidak mudah untuk menjaganya…
Karena ia akan mudah padam
saat kita tidak berupaya untuk menjaganya…

Saat kita meninggalkan benderang itu,
Maka kehampaan kan merengkuh dalam jiwa
Layaknya langit malam…
Yang terlihat gelap gulita
tanpa bulan dan bintang.

Hingga tiba waktu,
Saat nafas telah tiada

Saat itu,
Kala kita memiliki benderang itu
seakan waktu terasa indah
Karena dengannya kita akan menemukan jalan
Yang membuat kita melangkah dijalan yang baik

Namun,
tanpa benderang itu,
maka waktu serasa menyesakkan
Seakan dimensi menjadi tak berpihak
Karena yang kita dapati jalan yang tak baik

marilah kita mencari dan menjaga benderang keimanan tersebut
Yang akan menjadi penerang dalam hidup ini,
Janganlah kita sia-siakan waktu ini,
karena ia adalah lembaran dimensi yang tak akan kembali…
Biarlah lelah dan perih kita dapati sekarang ini
Hingga kita dapati “janji indah” yang telah menanti
Saat kita berada di ujung senja…
Dan kita dapati kebahagiaan yang sebenarnya…