Category: Pearl of words


Di Sabtu Malam

Angin Malam Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

Di Sabtu malam…

Kurindukan saat itu…
Saat aku, kamu berkeliling jakarta..
Menghabiskan waktu bersama..
menikmati suasana malam ibukota…

Kurindukan saat itu…
Saat aku, kamu saling bercerita…
Disertai alunan musik dan kelezatan makanan….

Kurindukan saat itu…
Saat waktu berjalan cepat..
Pada dimensi waktu aku dan kamu…

Dan mungkin..
jika dapat kupercepat waktu…
Kuingin aku, kamu bersama…
Menikmati kembali saat-saat itu…

Yaa…mengulang saat-saat itu..
Saat aku, kamu bersama dalam satu kota..

Teruntuk engkau yang kurindukan…
Jakarta, 7 Juni 2014

Advertisements

What I’ve tried for..

In the crossroad of time,
I was cornered to realize…
Something taken me over my mind.
Deep inside…
It’s thrill that I can’t deny…

I cherish this feeling,
That makes me realize…
This isn’t a dream neither an illusion…
It’s the thing that comes inside to my heart
It’s like a lullaby or a melody…

by the time,
I’ve tried to understand…
I’ve tried so hard to tell myself that you are there
at somewhere… in a right place..
and thought..you’re fine

by the time,
I’ve tried to follow this feelin’
just to follow you
and try to become better
Since then,
I understand that the nature of love will never be replaced
only way to express that  changed…

But sometimes…
my heart keeps asking
Is there any meaning  If all of these erratic?
I have doubts…
Not with you, but with my heart…
Makes me realize…
The world isn’t always in tune…

But one thing,
I’ll be here, not to remain silent
But to know the truth…who the truly you are
even those’re  doubts ahead,
I’ll try, again and again
Because…I miss you…

 

Tak satupun ada yang ingin tertutup kabut

namun jika angin salah sampaikan salam,

apakah berarti harus berlalu dalam diam?

aku hanya ingin menyapa cinta

pada bayangan yang semakin maya.

Sungguh…

aku tak ingin kehilangan mentari lagi…

 

(Ayyesha Yahya, Ode untuk Uni)

Ein Stern…

Engkau indah…
Engkau menawan…
Diantara ribuan pendar bintang
Yang terserak di luasnya langit malam
Menambah indahnya malam
Bersama naungan cahaya purnama…

Membuatku terdiam…
Tuk menyelami pendar cahayamu
yang seakan berbeda dari ribuan bintang di galaksi…

Namun…
Disini….
Di tempat ini….
Kulihat dirimu yang terus berlalu
Seakan meninggalkanku bersama malam yang perlahan pergi

Kusadari…
Tak selamanya engkau ada
Karena malam kan terus berlalu
dan berganti dengan fajar…

Begitupun diriku…
Tak selamanya disini
Tuk melihatmu pergi
Menghilang bersama malam…

Karena hari esok kan datang
dan kan kutunggu suatu malam
Saat dapat kunikmati pendar indah cahayamu
Yang mungkin sama atau berbeda…

Karena engkau…
Satu bintang bercahaya di langit malam…

 

engkau indah…

engkau menawan…

Diantara ribuan pendar bintang

Yang terserak di luasnya langit malam

Menambah indahnya malam

Bersama naungan cahaya purnama…

 

Membuatku terdiam…

tuk menyelami pendar cahayamu

yang seakan berbeda dari ribuan bintang di galaksi…

 

Namun…

Disini….

Di tempat ini….

Kulihat dirimu yang terus berlalu

Seakan meninggalkanku bersama malam yang perlahan pergi

 

Kusadari…

tak selamanya engkau ada

Karena malam kan terus berlalu

dan berganti dengan fajar…

 

Begitupun diriku…

tak selamanya disini

Tuk melihatmu pergi menghilang bersama malam

Karena hari esok kan datang

dan kan kutunggu suatu malam

saat dapat kunikmati pendar indah cahayamu

Yang mungkin sama atau berbeda

Karena engkau…

Satu bintang bercahaya di langit malam…

Sebentuk Rasa…

Angin bertiup mengguncangkan dedaunan
Merobek lembaran-lembaran seakan menyingkapkan kenyataan…
Bahwa hati ini dilanda perasaan yang tak biasa
Ingin kucoba menahan rasa ini layaknya batuan karang yang menahan deru ombak…

Tapi….tetap saja gelembung rasa ini bertambah
Terkadang membuatku berkeringat di tengah malam…
Teringat akan sesosok hawa…
Yang entah apakah ia bidadariku
Yang membuatku membangun sebuah imagi akan hatinya
Yang mungkin sebening embun pagi…
Atau selembut salju….
Membuatku untuk memastikan akan sesuatu…

Benarkah bahwa kau adalah sosok itu….
Sesosok yang kucari selama ini…
Maka izinkan aku menjemputmu pada saatnya…
Dan biarlah aku menunggu
Sampai pudarnya segala keraguanmu…

 

Teruntuk engkau yang senantiasa kurindukan….

Meski kutak tahu dirimu saat ini,

Namun… satu yang ku tahu….

Engkau Ada….

Di malam itu…kulihat engkau yang tengah bersedih.
Seakan membuatku bertanya dalam hati akan suatu senyum,
Senyum yang terpancar dari dalam hati yang melukiskan suatu keindahan.

Ingin ku mengerti lebih dalam untuk mengetahui akan apa yang membuatmu bersedih.
Ingin rasanya dapat kurasakan kegundahan hatimu meski hanya sedikit.
Dan betapa ingin ku berada disampingmu meski hanya untuk sekedar bertanya akan kondisi dirimu saat itu.

Namun saat ini… ku masih disini dan menatapmu disana, Bukan karena keinginanku…
tapi Percayalah…Disini, ditempat ini, akupun berusaha mempersiapkan yang terbaik untuk dapat menggapaimu. Hingga aku dapat menjadi yang terbaik untukmu saat itu. Dan kuharap… saat itu… engkau dapat membukakan pintu hatimu untukku.

Dan saat dapat menggapaimu… ingin rasanya dapat kuobati semua kesedihanmu selama ini hingga membuatmu selalu dapat senantiasa tersenyum dan membahagiakanmu dengan segenap apa yang kumiliki.

Kuharap…saat ini…engkau dapat bersabar menungguku, hingga ku datang dengan segenap rasa padamu. Dan tetaplah tersenyum saat ini karena kutak ingin melihatmu bersedih…

-Di suatu malam, dalam suatu mimpi-
-B.A.N-

Disini…

Ditempat ini…

Kucoba lukis bayangmu

Dalam balutan keindahan laut biru yang membentang luas

Hingga jingga terlihat di pelosok barat

Sebagai tanda waktu kan berganti…

 

Namun kuterdiam disini

Sekedar untuk mengetahui jejakmu

Yang samar di penghujung lautan

Dan terkadang menghilang…

 

Ingin kucoba memanggilmu

Dan Kuikuti jejakmu

meski terkadang…

Pasir yang kau pijak pergi

yang membuatku ragu akan langkahku

 

Namun…

Ku kan terus melangkah

Meski tak ada yang menjawabku di ujung sana

Karena kan selalu ada ombak yang berderu

Dan kejernihan laut yang memberi ketenangan akan sebuah kerinduan

 

Kuharap…

Akan ada penerang dalam langkahku

Tuk menemukanmu di penghujung sana

Dan akan selalu ada langkah untuk dirimu…

Karena satu yang kuyakin…

Engkau ada… 

 

Saat menunggu senja…

22 Agustus 2010, Hill of Phiphi Island

Di penghujung malam
Kuterdiam dalam suatu ruang
Menanti berhentinya rintik hujan
Yang kian menderas…

Disini…
Dalam sepi…
Kulayangkan anganku
Yang telah lama terpendam
Dengan harap…
Kudapati sejuta makna
akan suatu mimpi…

Dalam suatu refleksi…
Kumengerti akan suatu arti
Tentang makna dari suatu harapan
Dalam menggapai mimpi

Layaknya makhluk dalam malam
Yang ditemani dengan bulan dan bintang
Meski kelam…
Cahaya kan menjadi petunjuk dalam gelap
Sehingga ia dapati arah
Untuk terus mencari
Akan suatu tempat berhenti…

Dalam pemberhentian ini…
Kujalin suatu asa
Bahwa semua kan berarti
Sebagai awal suatu langkah
Hingga mimpi…
Tidak hanya menjadi angan
Yang terjadi dalam suatu masa
Tapi menjadi realita
Yang kelak kan terjadi…

-B.A,N-
-Bangkok, Skytrain, Saat menanti berhentinya hujan deras dalam suatu malam-

Saat kutatap langit malam
kulihat betapa indahnya bulan
Dengan pancarannya yang menampakan keindahan
meski tak kulihat gemerlap bintang
Namun sudah cukup sebagai peneman dalam gelapnya malam

Dalam diam…
kucoba lukiskan keindahan dalam khayal
Meski tak kumengerti arti purnamamu
Namun engkau tetap memancarkan keindahanmu
Melalui cahaya yang disampaikan oleh sang mentari di belahan sana
Yang seakan membuatmu tegar untuk tetap bercahaya

Kiranya dapat kumengerti arti purnamamu
Yang senantiasa menyimbah malam
Kan kucoba maknai setiap cahaya yang kau pantulkan
Yang membuatku terpana akan pesonamu

Dan seakan engkau memberiku seribu tanya
Akan waktu yang kulalui saat menatapmu malam ini
Dan seakan kau hanya diam tak memberi jawab
Membuatku berpikir untuk menyelami makna dari indahmu

Bahkan angin malampun tak memberi jawab
Dedaunanpun hanya menari dalam melodi malam
Seakan meninggalkan ku sendiri tuk menjawab

Namun…
satu hal yang kuyakin
keindahan purnamamu kan selalu bermakna
Kehadiranmu kan menjadi teman dalam gelapnya malam
Hingga kau meninggalkan malam secara perlahan

Kuharap…
purnamamu kan tetap terang
meski kutak tahu kehadiranmu
karena dimanapun dan kapanpun engkau berada…
engkau tetap dapat tersenyum
untuk dapat memancarkan keindahanmu…

Saat kutatap purnama dengan segala keindahannya,
-Budianto.A.N-, 1 mei 2010

Berjalan seiring waktu…
Mentari senja kian tenggelam
Seiring dengan pudarnya tatapan temaram
Menandakan bahwa malam kan datang

Dan bulan pun datang
Sebagai peneman dalam gelapnya malam
Hingga ia pergi…
Berganti dengan indahnya mentari
sebagai tanda datangnya pagi

Seperti hidup,
Dimana kita membutuhkan penerang
Sebagai petunjuk…
hingga hidup,
menjadi bermakna

Namun…,
Jalan hidup merupakan sebuah pilihan
Kita dapat mencari benderang itu
Ataukah mengarungi gelapnya malam tanpa pelita

Saat kita mencari benderang itu,
Akan terasa sulit
karena ia tidak mudah kita dapatkan
Kala kita mendapatkannya
Tidak mudah untuk menjaganya…
Karena ia akan mudah padam
saat kita tidak berupaya untuk menjaganya…

Saat kita meninggalkan benderang itu,
Maka kehampaan kan merengkuh dalam jiwa
Layaknya langit malam…
Yang terlihat gelap gulita
tanpa bulan dan bintang.

Hingga tiba waktu,
Saat nafas telah tiada

Saat itu,
Kala kita memiliki benderang itu
seakan waktu terasa indah
Karena dengannya kita akan menemukan jalan
Yang membuat kita melangkah dijalan yang baik

Namun,
tanpa benderang itu,
maka waktu serasa menyesakkan
Seakan dimensi menjadi tak berpihak
Karena yang kita dapati jalan yang tak baik

marilah kita mencari dan menjaga benderang keimanan tersebut
Yang akan menjadi penerang dalam hidup ini,
Janganlah kita sia-siakan waktu ini,
karena ia adalah lembaran dimensi yang tak akan kembali…
Biarlah lelah dan perih kita dapati sekarang ini
Hingga kita dapati “janji indah” yang telah menanti
Saat kita berada di ujung senja…
Dan kita dapati kebahagiaan yang sebenarnya…