Latest Entries »

Di Perbatasan Diri

Mungkin sudah terlalu lama dan terlalu jauh kita menjalani suatu rutinitas atau masalah dalam hidup ini dengan sekedarnya sehingga terkadang membuat diri ini menjadi kurang peka terhadap hikmah yang sebenarnya terkandung di dalam setiap kejadian. Bahkan tak jarang banyak kesempatan yang sebenarnya telah terlewatkan dari suatu permasalahan, yang mana akan membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam menyikapi hidup.

Namun sebenarnya akan ada saat-saat dimana seseorang akan menyadari hal itu, Saat dimana ia akan sadar akan pentingnya suatu evaluasi diri serta melihat pembelajaran dari suatu permasalahan hidup. Ya.. saat dimana seseorang sudah merasa ‘pasrah’ dan ‘ikhlas’ terhadap masalah yang dihadapi. Saat-saat dimana Allah menyentuh titik terlemah seorang hamba, maka disanalah ia akan belajar banyak akan hakikat dari pembelajaran hidup yang sebenarnya. Meski terkadang, adapula orang yang justru memilih untuk menarik diri.

Di batas diri seorang hamba… mungkin sebuah kalimat yang cukup tepat untuk menggambarkan dimana titik terlemah seorang hamba tersentuh yang mana hal tersebut dapat berbeda antara seseorang dengan orang yang lain, namun hakikatnya tetap sama yaitu seseorang akan menjadi lebih sensitif terhadap masalah yang dihadapinya. Saat dimana seorang manusia ‘dipaksa’ untuk kembali mengingat Allah yang menguasai kehidupan ini dengan perasaan penuh harap serta mengevaluasi diri akan apa yang telah diperbuatnya.

Disaat inilah, seorang hamba akan belajar banyak tentang hikmah dari masalah yang ia hadapi…

Namun apa berarti kita harus menunggu hingga Allah menyentuh titik terlemah kita, sedang hikmah itu tersebar luas di kehidupan ini?,

“Maka sesungguhnya dibalik setiap permasalahan akan selalu ada hikmah yang membuat seseorang belajar akan makna dari suatu kedewasaan karena Allah akan menguji di titik terlemah kita untuk menjadikan kita lebih kuat, lebih sabar dan lebih dekat dengan-Nya”

Semoga kita dapat terus belajar untuk menggali hikmah lebih dalam dan menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan ini

“Tetaplah berhusnudzon atas setiap kejadian karena besarnya ganjaran pahala selaras dengan beratnya ujian dan cobaan”

*Terima Kasih atas ‘sentuhanNya’ yang terkadang membuat kita menjadi lebih dewasa…

Advertisements

Jadi pengen sedikit curhat diblog, sedikit ekspresi untuk menenangkan keganjalan di hati,,

Yup, this night, I’ve talked to my trusted friend about what we called ‘jodoh’, hehe…

Mungkin gw emang bodoh terlalu mengikuti perasaan yang bahkan terkadang ngebuat orang lain terganggu. Disini gw mulai paham bahwa tidak semua itu harus berwarna hitam atau putih, ‘iya’ atau ‘tidak’ tapi terkadang ada warna abu-abu atau suatu hal misteri yang mungkin blum dapat diungkap.

Disinilah bermulanya keganjalan hati gw karena khawatir akan jodoh, haha.. *mungkin emang terdengar bodoh, tapi gw bener-bener khawatir buat hal yang satu ini (terserah mau dibilang cupu atau apa, tapi begitulah). Disini gw bener-bener sadar akan kekeliruan sikap gw, gw cenderung sulit untuk melepaskan suatu hal yang belum beres, dari dulu juga gitu, huff.. Terkait hal ini, ketika gw mencintai seseorang maka gw susah untuk mencintai orang lain, dan malem ini gw ngerasa bahwa hal tersebut salah, karena bisa jadi hal tersebut malah membuat segalanya menjadi ‘runyam’ dan sepatutnya gw mencintai orang yang harusnya gw cintai.

Mungkin malam ini, gw harus mulai membuka pikiran dan hati gw untuk mengetahui dirinya yang sebenarnya, karena bisa jadi dia adalah orang yang pernah hadir ataupun seseorang yang belum pernah gw temui. Tapi satu hal yang gw yakini, dia adalah yang terbaik buat gw.

Mungkin sekarang bukan saatnya menunggu suatu yang tak pasti…
Dan Mungkin… kekecewaan itu perlu untuk belajar lebih banyak….

Ya Allah jika memang dia jodohku maka mudahkanlah
Dan dekatkanlah dengan cara yang baik…
Namun jika bukan jodohku maka berilah petunjuk pada hati ini
Untuk mengetahui jodohku yang sebenarnya dan pertemukanlah kami…
Jadikanlah ia yang terbaik untuk diriku suatu saat nanti
Dan jadikanlah aku menjadi yang terbaik untuk dirinya…

Memandang Dunia

Beberapa bahasan materi di suatu malam (18/3-11)

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan babagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan (28:77)”

Rasul bersabda: “Perumpamaan antara dunia dengan akhirat ibarat seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya.” Lalu beliau member isyarat dengan telunjuknya (H.R Muslim, Tirmizi, Ahmad, Ibnu Majah)

“Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar , maka sekali-kali janganlah kehidupan memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah”(35:5)

“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti? (6:32)

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda-gurauan, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azabyang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan palsu” (57:20)

What I’ve tried for..

In the crossroad of time,
I was cornered to realize…
Something taken me over my mind.
Deep inside…
It’s thrill that I can’t deny…

I cherish this feeling,
That makes me realize…
This isn’t a dream neither an illusion…
It’s the thing that comes inside to my heart
It’s like a lullaby or a melody…

by the time,
I’ve tried to understand…
I’ve tried so hard to tell myself that you are there
at somewhere… in a right place..
and thought..you’re fine

by the time,
I’ve tried to follow this feelin’
just to follow you
and try to become better
Since then,
I understand that the nature of love will never be replaced
only way to express that  changed…

But sometimes…
my heart keeps asking
Is there any meaning  If all of these erratic?
I have doubts…
Not with you, but with my heart…
Makes me realize…
The world isn’t always in tune…

But one thing,
I’ll be here, not to remain silent
But to know the truth…who the truly you are
even those’re  doubts ahead,
I’ll try, again and again
Because…I miss you…

Sekecil Apapun itu…

 

Mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang
akan menarik keluar yang terbaik dari mereka
berbagi senyum kecil dan pujian sederhana
mungkin saja mengalirkan ruh baru pada jiwa yang nyaris putus asa
atau membuat sekeping hati kembali percaya
bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik

-Kebaikan yang Mengintip-

Kawan..berbuat baik adalah suatu pilihan. Seseorang berbuat sesuatu karena ada yang melatarbelakangi..sekecil apapun itu…

 

Namun..kembalikan lagi pada diri ini, apakah niat ini telah benar?,

Karena sekecil apapun perbuatan itu ketika diniatkan dengan suatu hal maka kemungkinan itulah yang akan didapat…

Bukankah suatu hal yang patut disayangkan ketika niat itu tidak didasari oleh suatu pemahaman yang dalam akan hakikat kehidupan ini?

 

Ya…sungguh disayangkan, lantas..apabila telah dimulai dengan niat yang benar maka ada jaminan bahwa niat tersebut akan selalu benar dalam prosesnya?

Tentu tidak…tidak akan ada jaminan akan apa yang kita lakukan…

Namun..kitalah yang menentukan…Jika dimulai dengan niat yang benar mengapa mesti diakhiri dengan niat yang berbeda?

 

Maka….

jangan ragu untuk berbagi…

Sekecil apapun itu…

Biarlah senyuman menyapa sesama

Dengan kebaikan-kebaikan itu…

Dan landasilah dengan niat yang benar…

Jangan jadikan amalmu layaknya debu-debu yang bertebaran pada akhirnya….

 

Kawan..berbuat baik adalah suatu pilihan. Seseorang berbuat sesuatu karena ada yang melatarbelakangi..sekecil apapun itu…

 

Namun..kembalikan lagi pada diri ini, apakah niat ini telah benar?,

Karena sekecil apapun perbuatan itu ketika diniatkan dengan suatu hal maka kemungkinan itulah yang akan didapat…

Bukankah suatu hal yang patut disayangkan ketika niat itu tidak didasari oleh suatu pemahaman yang dalam akan hakikat kehidupan ini?

 

Ya…sungguh disayangkan, lantas..apabila telah dimulai dengan niat yang benar maka ada jaminan bahwa niat tersebut akan selalu benar dalam prosesnya?

Tentu tidak…tidak akan ada jaminan akan apa yang kita lakukan…

Namun..kitalah yang menentukan…Jika dimulai dengan niat yang benar mengapa mesti diakhiri dengan niat yang berbeda?

 

Maka berbagilah terhadap sesama…

Sekecil apapun itu…

Dan landasilah dengan niat yang benar…

Jangan jadikan amalmu layaknya debu-debu yang bertebaran pada akhirnya….

Ordinary isn’t always good!

life is always running and we will always follow the flow of life. This suggests that we unconsciously have missed the opportunity and chance in our lives. Here, we can decide about the things that will be missed, but actually, we don’t realize how to prevent it until it happened, again and again…, so…think about the time that we’ve passed!

it can be happened when we just do something in ourlives as a water that flow from higher places to lower places but don’t expect where the destination itself, can be a good or bad. In reality, we just do something completely when we meet the problems. at a glance, it doesn’t look wrong, but, if we think deeper, it can be a problem coz we don’t have visions.

It makes ourlives become very ordinary. nothing have passion or desire to achieve something. It makes the life itself growing dull. no passion to get the goals. with this, we can expect about the outputs, a little effort..then the output will be slightly!

Thinking about the life if we just make the same things, again and again…, we just only get a lil’ experience in ourlives, calculate it with the time that we’ve passed. The results will completely not balance (negativity, outflow is more than inflow).

That’s why we need to make ourlives become extra-ordinary with optimizing our effort, start from the simple thing, willingness. hold it, day by day, then make our vision closer, describe the details how to achieve it. then..hangin’on..hangin’on till we can change ourlives into the better ones!.

 

Tak satupun ada yang ingin tertutup kabut

namun jika angin salah sampaikan salam,

apakah berarti harus berlalu dalam diam?

aku hanya ingin menyapa cinta

pada bayangan yang semakin maya.

Sungguh…

aku tak ingin kehilangan mentari lagi…

 

(Ayyesha Yahya, Ode untuk Uni)

Talking about energy management means related to energy needs in the present and future energy supplies. It means the necessary of long-term planning in the management of national energy where described in the Blueprint of National Energy Management. But in the running  of this program, there are some problems that inhibit the achievement program itself. It affects the energy crisis which influence the condition of society. An example of primary energy problems can be seen from the case such as increasing in electricity tariffs in force in july 2010 and is planned to happen again in 2011. This happens because several factors as shown in Figure 1.

Figure 1: Fishbone Diagram Related to the problems of Energy Crisis

Related with this problem, the renewable energy for effort of optimization energy is needed. The potensial of renewable energy which developed in indonesia is Geothermal energy because Indonesia has a lot of geothermal supply. Beside that, the geothermal energy management isn’t related to levels of fluctuating world energy market price. It can be happened because the geothermal energy itself isn’t a commodity like oil or gas. The potental area of geothermal energy development based on ministry of energy and mineral resources can be seen in Figure 2.

Figure 2: Potential of Geothermal Energy in Indonesia

Until today, the using of geothermal energy is still low because some factors such as the legal certainty of investment that hasn’t been clear as the value of electricity sales, the high of investment costs that investors must taken, and the risks that may results in development of geothermal energy infrastructure. The utilization of geothermal energy that still low make some difficulties in facing the energy crisis that occurred at this time. It means that we need  a policy in the near future for preparing it like infrastructure of shifting energy from oil to gas. In the other hand, the purpose of this program is to ensure the achievement of energy mix that listed in the 2025 National Energy Management Blueprint.

Shifting energy use from oil to gas today is very important because the problems itself affect the stabilization of state budgeting in subsidize energy. For example the budget which can be used to develop the renewable energy wouldn’t meet because the budget itself is used as a subsidy to buy the oil from international market which is too expensive.

Selection of natural gas as a substitute for oil in the near future due to still pretty much potential and there are gas reserves in Indonesia. Besides, the management of the gas is not good, so needs a revamping in the near future to address the energy crisis that occurred in Indonesia today.

Spread Your Wings

New year is one of momentums that we will pass by. Here, we should evaluate everything that we’ve done. We can see what we’ve got and what we’ve lost then make the past experiences into the precious ones to face the future in ourlives.

It makes us more ready to meet problems coz we also know how to approach the problems itself. We will have steps ahead to solve it then we will get that the problems will be solved with our hand. But, the problems that will come to us is not only same. It will be different from the past experiences. So..we must find the way to solve it. But, sometimes, We will have hard feeling to face it, it’s okey while we have the spirit to finish it by ourselves. The problem comes when we give up with the problem itself. It means “we have died before we try with everything that we have”.

being a good person, we must prepare to face the problems. One of preparations that we must have is “spreading up our wings”. with this “wings” we can fly higher to see the whole problem then we can focus for the detail. this approach give us the priority to solve the problem. Besides, we can make it sure that the problem will be finished step by step.

Give something back means that we give something after we take something from somewhere. It seems just only simple words but actually it has bigger impact than we have thought. Sometimes, people don’t really understand about this because normally, many people think what they got because their effort and didn’t think about giving something deeply. It means that when we give more to others, our opportunities will be decreased. The effect is we only have a few capital to get more opportunities in the near future.

In the context of business, Giving something back has different effect from what we thought. Also we know this thing with the social venture network or Corporate Social Responsibility. We know that when we give something to others means that we have opportunity lost. But actually, it has great impact in the future. This method can develop the sustainability for places where we got the opportunity. Many companies has used this method to driven their business.

Being socially minded does give the company an edge, we can get the other message across there’s also benefit to the local community. Perhaps giving away all our profits isn’t what we had in mind. After all, the idea doesn’t appeal to large numbers of people in business. Eventhough, it’s enough to add value through the product or services that we provide and to operate in ways that consistent with company’s values. But thinking that, giving something back may not be the main of strategy to the business models. It’s just one of many ways to integrate company’s values into their business. So.. the other things that we will get are only extra.